Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tutorial ini akan membahas konfigurasi Routing Static dan setting DHCP pada perangkat Router Cisco. Simulasi setting konfigurasi ini menggunakan software Cisco Packet Tracer.
 

Mengenal Static Routing

Static Routing merupakan metode konfigurasi routing secara statis. Artinya, konfigurasi traffic paket data yang di-forward atau receive dilakukan secara manual oleh administrator jaringan. Berbeda dengan konfigurasi secara Dynamic Routing, yang mana lalu-lintas paket data diatur sedemikian rupa melalui protokol jaringan yang telah disediakan seperti IGP, EGP, RIP maupun OSPF. Keuntungan dari menggunakan Static Routing adalah kecepatan traffic yang lebih cepat daripada Dynamic Routing. Oleh karena itu Static Routing lebih cocok untuk diterapkan pada jaringan yang sederhana, seperti yang dibahas pada tutorial ini. Namun untuk jaringan yang lebih kompleks sangat disarankan (bahkan harus) menggunakan Dynamic Routing.

Mengenal DHCP (Dynamic Host Control Protocol)

DHCP merupakan sebuah protocol dalam jaringan yang digunakan untuk meng-assign IP address untuk masing-masing host yang terhubung dalam suatu jaringan tertentu. Apabila dalam suatu jaringan yang terdapat lebih dari 50 host, tentu sangat merepotkan bagi seorang network adminstrator untuk memberikan IP address secara manual ke tiap-tiap host. Oleh karena itu dengan adanya protocol DHCP akan sangat memudahkan kerja administrator. Namun untuk keperluan tutorial ini walaupun hanya ada 2 host di masing-masing network kita akan tetap membahas konfigurasi DHCP pada Router.

Mengenal Packet Tracer

Packet Tracer merupakan software untuk simulasi jaringan komputer yang dikeluarkan oleh perusahaan Cisco. Packet Tracer digunakan untuk mensimulasikan serta mendesain topologi jaringan berskala kecil maupun besar. Software ini banyak digunakan oleh para praktisi network guna mensimulasikan maupun mendesain sebuah jaringan. Apabila anda ingin praktek jaringan komputer tapi nggak punya network lab atau uang ratusan juta rupiah untuk beli perangkat? Software ini berguna sekali karena anda dapat praktek jaringan tanpa perlu membeli perangkat Cisco yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Splash ScreenGambar 1. Splash screen Cisco Packet Tracer

Software Packet Tracer dapat diambil di :

http://rapidshare.com/files/245154318/Packet_Tracer_5.1.rar

Setelah menjalankan Packet Tracer akan keluar tampilan sebagai berikut :

Tampilan AwalGambar 2. Tampilan awal

Pada bagian kiri bawah anda dapat memilih berbagai macam devices yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi network. Caranya tinggal klik klasifikasi perangkat mulai dari Router, Switch, Hub, Wireless Device, Connection (kabel), End Devices, WAN Emulation, Costum Made Devices dan Multiuser Connection. Seperti gambar berikut :

Klasifikasi PerangkatGambar 3. Klasifikasi perangkat

Untuk memasukkan jenis perangkat ke dalam simulasi ini tinggal drag-and-drop perangkat yang diinginkan ke bidang yang berwarna putih. Untuk dapat familiar tentang cara menggunakannya silahkan anda utak-atik sendiri dengan cara memilih router, double kik router tersebut dan memasang/melepas modul yang telah disediakan seperti Serial module, Ethernet module dan sebagainya. Nanti anda akan ngerti sendiri. Mudah koq!

Pada contoh ini kita akan menjalankan sekenario sebagai berikut.

Perangakat yang digunakan :

  • Tiga buah Router tipe 2621XM
  • Tiga buah Switch tipe 2950-24
  • Enam buah PC sebagai end devices, setiap Switch terhubung dengan dua buah PC

Oke, kita langsung praktek :

1. Buat desain tampilan menyerupai gambar 4

Pada bagian ini kita akan membuat jaringan LAN, masing-masing switch yang berlokasi di Medan, Jakarta dan Surabaya terhubung ke PC-PC yang ada. Gunakan konfigurasi DHCP untuk tiap-tiap PC yang ada, supaya anda nggak repot meng-assign IP static di masing-masing PC. Untuk kabelnya gunakan tipe Copper Straight-Through. Beri nama masing-masing switch menjadi SW Medan, SW Jakarta dan SW Surabaya guna memudahkan tutorial.

Konfigurasi LANGambar 4. Konfigurasi LAN

2. Setting modul perangkat Router

Sekarang masuk ke bagian setting modul perangkat router, klik pada router Medan sehingga keluar tampilan seperti gambar 5. Pilih modul WIC-1T lalu drag-and-drop di salah satu slot expansion modul di bawah tombol Original Size, tapi sebelumnya matikan on/off switch supaya anda nggak kena setrum :D , baru kemudian nyalakan lagi. Lakukan hal yang sama untuk router Surabaya. Khusus untuk Router Jakarta gunakan 2 modul WIC-1T dan dipasang di masing-masing slot expansion modul.

Tampilan pemasangan modulGambar 5. Tampilan pemasangan modul

3. Pasang kabel menuju Swicth dan Router tetangga

Pada ethernet port Router Medan (Fa0/0) gunakan kabel tipe Copper Straight-Through untuk koneksi menuju ke Switch (port berapa saja), lakukan hal yang sama untuk Router lainnya. Untuk koneksi ke Router tetangga, port Medan (S0/0) menuju port Jakarta (S0/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Untuk port Jakarta (S0/1) menuju port Surabaya (S0/0) gunakan kabel tipe Serial DCE. Hasilnya akan tampak seperti gambar 6.

Hasil desain topologiGambar 6. Hasil desain topologi

Sudah selesai? Tentu saja belum, perhatikan masih ada titik berwarna merah pada masing-masing interface Router dan switch, itu tandanya belum ada paket data yang dapat terkoneksi pada interface tersebut. Oleh sebab itu pada langkah berikutnya kita akan masuk ke dalam konfigurasi Router dan Switch. Tapi sebelumnya berikut ini daftar IP address yang mesti di assign ke tiap-tiap interface pada masing-masing Router.

Perangkat Interface IP Address / Mask
Router Medan Fa0/0 172.16.0.1 / 255.255.255.0
  S0/0 202.10.10.4 / 255.255.255.0
Router Jakarta Fa0/0 182.16.0.1 / 255.255.255.0
  S0/0 202.10.10.5 / 255.255.255.0
  S0/1 202.10.11.6 / 255.255.255.0
Router Surabaya Fa0/0 192.16.0.1 / 255.255.255.0
  S0/0 202.10.11.7 / 255.255.255.0

4. Konfigurasi Router Medan

Pada Packet Tracer klik Router Medan, maka akan keluar tampilan seperti gambar 5. Klik tab CLI (Command Line Interface) seperti gambar 7.

Command Line InterfaceGambar 7. Command Line Interface

Tekan ‘n’ untuk melewatkan configuration dialog, kemudian tekan Enter untuk mulai sampai keluar prompt Router>, ketik ‘enable’ atau cukup ‘ena’ saja untuk mengaktifkan konfigurasi. Selanjutnya ketik script konfigurasi berikut :

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname Medan

Medan(config)#interface fa0/0

Medan(config-if)#ip address 172.16.0.1 255.255.255.0

Medan(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Medan(config-if)#interface s0/0

Medan(config-if)#ip address 202.10.10.4 255.255.255.0

Medan(config-if)#clock rate 64000

Medan(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to down

Medan(config-if)#exit

Medan(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0

Medan(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Medan#copy run start

Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>

Building configuration…

[OK]

Medan#

5. Konfigurasi Router Surabaya

Tidak jauh berbeda dengan Router Medan, hanya bedanya kita tidak mengeset clock rate untuk koneksi serialnya, berikut scriptnya :

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname Surabaya

Surabaya(config)#interface fa0/0

Surabaya(config-if)#ip address 192.16.0.1 255.255.255.0

Surabaya(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Surabaya(config-if)#interface s0/0

Surabaya(config-if)#ip address 202.10.11.7 255.255.255.0

Surabaya(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to down

Surabaya(config-if)#exit

Surabaya(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 s0/0

Surabaya(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Surabaya#copy run start

Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>

Building configuration…

[OK]

Surabaya#

6. Konfigurasi Router Jakarta

Tidak banyak berbeda dengan dua Router sebelumnya, seperti halnya Router Medan kita harus mengeset clock rate guna koneksi serialnya. Berikut scriptnya :

Router>enable

Router#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname Jakarta

Jakarta(config)#interface fa0/0

Jakarta(config-if)#ip address 182.16.0.1 255.255.255.0

Jakarta(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Jakarta(config-if)#interface s0/0

Jakarta(config-if)#ip address 202.10.10.5 255.255.255.0

Jakarta(config-if)#no shut

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/0, changed state to up

Jakarta(config-if)#interface s0/1

Jakarta(config-if)#ip address 202.10.11.6 255.255.255.0

Jakarta(config-if)#clock rate 64000

Jakarta(config-if)#no shutdown

%LINK-5-CHANGED: Interface Serial0/1, changed state to up

Jakarta(config-if)#exit

Jakarta(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.255.0 202.10.10.4

Jakarta(config)#ip route 192.16.0.0 255.255.255.0 202.10.11.7

Jakarta(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Jakarta#copy run start

Destination filename [startup-config]? <tekan ENTER>

Building configuration…

[OK]

Jakarta#

Selesai sudah setting routing static pada ketiga Router. Seperti pada gambar 8 masing-masing titik interface sudah berwarna hijau, berarti sudah ada paket data yang terkoneksi. Tapi masih ada tugas yang belum selesai yaitu setting DHCP pada tiap-tiap Router. APA?! Anda sudah puyeng dan pegel setelah ngetik script segitu banyak? Ya udah, di-save aja dulu hasil Packet Tracernya, terserah mau dikasih nama file apa. Ambil secangkir kopi, break sebentar lalu lanjutkan ke langkah berikutnya, yakni setting DHCP pada tiap-tiap Router. Lanjut maaang…! :D

Masing-masing network interface sudah aktifGambar 8. Masing-masing network interface sudah aktif

7. Setting DHCP untuk tiap-tiap Router

Yang harus dilakukan sebelum konfigurasi DHCP adalah :

menentukan nama DHCP pool

menentukan ip network pada LAN

menentukan ip DNS server bila ada (dalam praktek ini tidak ada DNS server)

menentukan ip default-router

menentukan ip DHCP excluded-address

Setting DHCP untuk Router Medan :

Medan>enable

Medan#configure terminal

Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Medan(config)#ip dhcp pool medan

Medan(dhcp-config)#network 172.16.0.0 255.255.255.0

Medan(dhcp-config)#default-router 172.16.0.1

Medan(dhcp-config)#exit

Medan(config)#ip dhcp excluded-address 172.16.0.1 172.16.0.10

Medan(config)#exit

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Medan#

Untuk Router selanjutnya gunakan panduan dari tabel berikut, cara konfigurasinya sama dengan Router Medan. Ayo sekarang latihan analisa dan input konfigurasi sendiri!

Router DHCP Pool Name Network Default Router Excluded-Address
Jakarta jakarta 182.16.0.0 182.16.0.1 182.16.0.1 182.16.0.10
Surabaya surabaya 192.16.0.0 192.16.0.1 192.16.0.1 192.16.0.10

8. Test koneksi jaringan

Sekarang klik salah satu host di network Medan, lalu ping ke host yang ada di Jakarta dan Surabaya. Anda juga dapat melakukan test koneksi pada host Network yang lain kalau penasaran. Apabila ada reply berarti konfigurasi telah berhasil dan masing-masing host telah terhubung dengan baik, seperti pada gambar 9.

Test koneksi ke client network tetanggaGambar 9. Test koneksi ke client network tetangga

Selesai sudah konfigurasi Static Routing dan DHCP untuk masing-masing Router. Apabila hasil test koneksi masih ada yang belum berhasil, coba ulangi lagi dan perhatikan baik-baik script konfigurasi sebelumnya. Barangkali ada yang terlewat atau salah ketik, atau penulis yang salah ketik :D . Insya Allah pada kesempatan berikutnya penulis akan memberikan tutorial mengenai Dynamic Routing.

Apabila ada tanggapan, saran, kritik, pujian maupun hinaan dapat ditujukan kepada saya. Terima kasih atas waktunya dan sampai jumpa di lain kesempatan!

Jenuh dan Bosan

jenuhBelakangan ini aku merasa jenuh dan bosan terutama di akhir pekan, yang biasanya aku dapat libur sampai dua hari. Ingin rasanya keluar tapi perasaan selalu malas kalau tidak ada keperluan yang penting. Mungkin aku perlu vacation tapi sayang kondisi finansial sedang agak memprihatinkan.

Mungkin sebaiknya aku menjalani kegiatan di dalam rumah atau sekitar rumah saja. Namun kegiatan yang semacam itu tetap terasa monoton bagiku. What’s wrong with me?

Logo PemiluTidak terasa sebentar lagi akan diadakan pemilu presiden di negara ini. Sebuah momen yang akan menentukan siapa yang berhak menjadi pemimpin negara dan wakilnya di negeri ini. Sudah jadi anggapan umum bahwa menjadi seorang presiden adalah tujuan akhir dari jabatan tertinggi di pemerintahan negara ini. Seorang presiden adalah orang yang dapat memiliki akses terhadap berbagai macam aspek birokrasi dan hubungan sosial masyarakat. Siapapun yang diperintah oleh presiden, maka yang diperintah harus menurut, siapapun yang dipanggil oleh presiden, maka yang dipanggil harus menghadap. Demikianlah anggapan dari mayoritas masyarakat dewasa ini.

Aku ingat sebuah pendapat dari salah satu temanku semasa kuliah dulu. Dia juga sempat menuangkan pendapatnya melalui sebuah artikeldi  majalah kampus. Menurut temanku jabatan presiden tidaklah terlalu istimewa, karena secara legislatif presiden diangkat dan diberhentikan oleh ketua MPR. Sehingga kapanpun seorang ketua MPR dapat saja menghentikan seorang presiden dari jabatannya, tentunya dengan alasan dan melalui sidang yang sah menurut aturan perundang-undangan sehingga tidak keluar dari jalur konstitusi.

Menurutku, pendapat temanku ini ada benarnya. Kebanyakan masyarakat masih mengalami apa yang dinamakan Post Power Syndrome, yakni sebuah gejala yang terjadi dimana ‘penderita’ hidup dalam bayang-bayang kebesaran masa lalunya (entah jabatannya atau karirnya, kecerdasannya, kepemimpinannya atau hal yang lain), dan seakan-akan tidak bisa memandang realita yang ada saat ini. Masyarakat masih memiliki anggapan dari masa orde baru bahwa seorang presiden adalah kepala negara yang memiliki kekuasaan tiada batas dalam memerintah negara yang dipimpinnya, tanpa disadari bahwa secara legislatif masih ada jabatan yang lebih tinggi.

Sejak runtuhnya era orde baru 9 tahun yang lalu, ternyata masyarakat masih belum banyak yang memiliki kecerdasan dalam memandang kehidupan berpolitik khususnya di  negara ini. Hanya sedikit dari masyarakat paham betul akan masalah ini. Banyak masyarakat yang hanya bisa pasrah terhadap keadaan, namun ada juga yang sadar namun kurang artikulatif dalam mengemukakan pendapatnya. Namun aku peribadi salut terhadap masyarakat yang mau dan berani mengungkapkan pendapatnya terhadap permasalahan politik di negara ini meskipun kurang artikulatif tapi demikianlah yang namanya proses pendewasaan dalam berpolitik.

Aku pribadi menyadari bahwa sebenarnya jabatan bukanlah segala-galanya. Jabatan merupakan sebuah beban amanat yang harus dipikul dan pada akhirnya akan menjadi pertanggungjawaban dihadapan orang-orang yang dipimpinnya, bahkan menjadi pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Aku tak habis pikir kepada mereka yang berlomba-lomba untuk menjadi seorang pemikul tanggung jawab. Apakah mereka tidak sadar bahwa suatu saat mereka akan dituntut dan dirongrong oleh berbagai macam kalangan? Betapa “luar biasa” mental mereka itu. Sampai-sampai aku pribadi sempat berangan-angan mempunyai mental seperti mereka. Mereka tidak merasa susah maupun merasa keberatan bahkan sampai ada yang terang-terangan menyatakan ambisinya untuk menjadi seorang pemimpin. Ada yang habis-habisan berkampanye melalui media cetak dan elektronik dengan rela mengeluarkan dana yang luar biasa. Namun apabila terpilih nantinya apakah mereka juga rela mengeluarkan dana yang demikian besar demi pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya? Apakah semangat mereka dalam memimpin nantinya akan lebih besar dari semangat mereka saat berkampanye? Apakah realisasi kerja mereka nantinya sepadan dengan janji-janji ‘hebat’ mereka saat berkampanye? Hanya waktu yang nantinya akan menjawab semuanya.

Memang demikian paradigma yang terjadi dalam kehidupan berpolitik di Indonesia sekarang ini. Partai-partai yang ada ibarat agama baru di mana para calegnya adalah ibarat rasul-rasul yang membawakan janji-janji manis seperti doa-doa yang dikiranya mustajab. Bumbu-bumbu doktrin disebar guna menambah lezat janji-janji yang ditelan oleh para simpatisan dan hanya memberikan rasa kenyang sesaat.

Terlepas dari peliknya masalah kehidupan berpolitik, aku hanya berharap siapapun yang nantinya memimpin negara ini adalah seorang pemimpin yang memliki konsep pembaharuan bangsa serta bijak dalam mengambil setiap keputusan. Sudah saatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini memiliki seorang kepala negara dan wakilnya yang tidak hanya pandai dalam memimpin pemerintahan, tapi juga dapat membimbing rakyatnya menuju pendewasaan mental dalam bernegara dan berkebangsaan. Aamiien.

Mental Primitif

primitifAku heran dengan sebagian masyarakat yang lebih senang berkumpul karena persamaan kedaerahannya. Kenapa ada ormas dengan embel-embel Betawi, Madura, Yogyakarta, Batak, Makassar dan sebagainya? Rakyat Indonesia memang diperbolehkan untuk berserikat dan berkumpul dan hal itu telah diatur dalam undang-undang. Tetapi mengapa harus mendirikan ormas atas dasar persamaan suku? Ada pula yang mendirikan badan usaha dengan pegawainya yang mayoritas satu suku padahal usahanya tidak berlokasi di daerah asalnya.

Menurutku mental primitf memang masih terpelihara oleh sebagian masyarakat yang memiliki ikatan emosional karena persamaan suku. Kenapa mereka tidak mau mendobrak mental mereka untuk lebih terbuka terhadap pergaulan? Apakah yang mereka takutkan menghadapi pergaulan masyarakat yang begitu luas dan beraneka ragam budaya?

Mungkin persoalan ini hanya dapat dijawab oleh mereka sendiri.

Politik dan Kepemimpinan

politikSiapa yang tidak kenal dengan istilah politik? Politik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain dan cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah). Secara prakteknya politik adalah strategi dalam mencapai sebuah tujuan tertentu. Apapun caranya baik lewat “jalur depan” maupun “jalur belakang” tetap saja namanya politik.

Mayoritas masayarakat yang awam menganggap politik merupakan barang yang kotor, ibarat lumpur yang menggenangi jalan, siapapun yang melintas di jalan itu maka kotorlah dia. Meskipun demikian banyak orang yang tidak dapat menghindar lagi dari lumpur karena tidak dapat menempuh jalan yang lain.

Namun aku pribadi menyadari, semua hal baik maupun buruk, bersih maupun kotor, hitam maupun putih adalah ditentukan oleh manusia yang menjalaninya. Seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dalam sebuah keluarga, keluarga yang baik akan terwujud apabila seluruh anggota keluarganya berkepribadian baik. Masyarakat yang berkepribadian baik dapat mewujudkan sebuah masyarakat yang madani bahkan dapat menelurkan seorang pemimpin yang baik, karena seorang pemimpin yang baik tercipta dari sebuah komunitas masyarakat yang baik pula.

Seorang pemimpin yang baik mutlak diperlukan di dunia ini dalam bidang apapun khususnya bidang politik, karena seorang pemimpin harus dapat membimbing, mengelola serta mengambil kebijakan yang bersifat adil guna kepentingan masyarakat luas.

Namun kenyataan dapat berbeda dengan harapan dan cita-cita. Masih banyak pemimpin yang kurang menyadari hakikat dari tugas mereka sebagai pemimpin. Menjadi pemimpin bukanlah pencapaian sebuah tahta, bukan wisata apalagi kekuasaan absolut layaknya feudalisme. Melainkan sebuah tanggung jawab.

Seringkali seorang pemimpin mengambil sebuah keputusan yang tidak bijak dengan dalih “kebijakan”. Sehingga hanya menciptakan sebuah kebijakan yang tidak bijak.

Namun satu hal yang mesti diingat, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Seorang pemimpin harus ditunjang oleh para bawahan dan para staff yang kompeten guna keberhasilan kerja sehingga menghasilkan keputusan yang berguna bagi orang banyak.

Banyak pemimpin yang baik namun memiliki bawahan yang oportunis, profit oriented bahkan enggan melaksanakan tugas. Padahal antara pimpinan dan bawahan semestinya saling mendukung guna tercapainya sebuah tujuan.

Terlepas dari kekurangan manusia, aku hanya berharap siapapun yang jadi pemimpin di negara ini semoga dapat menjadi pimpinan yang baik dan mempunyai orang-orang yang baik sebagai bawahannya. Semoga negara ini menjadi negara yang aman damai dan sejahtera. Aamiin.

laskarpelangiMinggu lalu aku pergi ke sebuah mall untuk membeli DVD Laskar Pelangi. Sebuah film Indonesia yang kabarnya sangat laris dalam sejarah sinema Indonesia. Diangkat dari sebuah novel yang tak kalah laris karya Andrea Hirata. Tahun lalu aku membaca novelnya yang isinya sangat membuatku terkesan, sebuah perjuangan anak-anak miskin pulau Belitong yang berusaha keras mengenyam pendidikan walaupun dihimpit oleh segala keterbatasan. Sungguh keadaan yang tidak adil.

Sewaktu film Laskar Pelangi mulai tayang di sinema, dua kali aku dan kawan-kawan lamaku yang janjian bertemu untuk nonton bareng (nobar) selalu kehabisan tiket. Sehingga acara gathering dengan kawan-kawan lama hanya diisi dengan makan malam bersama dan ngobrol-ngobrol sekedar melepas rasa rindu. Hari-hari berikutnya aku jadi tidak sempat nonton lantaran sibuk kerja dan sudah lelah sehabis kerja. Sehingga guna mengobati rasa kecewaku kuputuskan untuk membeli novelnya saja, siapa tahu isinya lebih menarik ketimbang filmnya. Sekalipun Andrea Hirata mengatakan bahwa filmnya lebih bagus dari novelnya. Entah itu sekedar strategi promosi atau pendapat subyektifnya.

Setelah membaca novelnya hingga selesai aku selalu menunggu-nunggu kapan DVD/VCDnya akan beredar? Aku sangat penasaran bagaimana hasil adaptasi cerita novel tersebut ke dalam bentuk film. Sampai-sampai aku buka situs Youtube sekedar melihat bagaimana proses pembuatan filmnya mulai dari casting, penataan, syuting sampai akhirnya dapat dinikmati melalui sinema. Sebuah kerja keras dari para kru film guna menghasilkan karya yang menurutku luar biasa.

Sampai pada suatu hari aku membaca berita bahwa DVD/VCD Laskar Pelangi sudah beredar. Segeralah aku menyerbu mall dekat kediamanku guna mendapatkan film yang sudah lama aku tunggu-tunggu. Di sebuah toko yang hanya menjual kaset, CD/DVD orginal, pokoknya yang serba original, entah senyum pelayannya apakah original atau tidak (he he). Sebuah toko yang sepi, saat aku masuk hanya ada 2 pelayan yang salah satunya merangkap sebagai kasir, waktu itu hanya aku satu-satunya pengunjung yang ada.

Ketika aku bilang aku mencari DVD original Laskar Pelangi sang pelayan langsung menunjukkannya, tanpa basa-basi aku segera menuju mesin kasir guna membayar dengan kartu debet lantaran uang cash yang ada cuma buat ongkos pulang ke rumah. Saat sedang memproses transaksi dengan mesin kartu debet yang terhubung dengan jaringan telepon, tiba-tiba aku heran kenapa transaksiku tidak dapat diproses? Si embak kasirnya bilang “maaf mas, telepon kita sedang tidak dapat digunakan menelepon keluar, jadi gak bisa proses”. Agak apes juga aku saat itu, aku harus membayar dengan uang cash dimana mendapatkannya harus berjalan menuju ATM yang terletak 1 lantai di bawah yang agak jauh.

Tapi apa boleh buat, percuma aku batalkan karena aku sudah terlanjur ingin membeli dan tidak ingin pulang dengan tangan hampa terpaksalah aku bayar dengan uang cash. Setelah transaksi selesai dan aku keluar dari toko aku masih sedikit kesal dengan fasilitas pembayaran yang menurutku jadi agak merepotkan.

Namun aku berfikir mengapa hal tersebut dapat terjadi? Apakah karena toko terebut mengesampingkan pembayaran tagihan telepon guna penghematan pengeluaran usaha sang pemilik? Menurutku masuk akal, mengingat biaya gaji pegawai sudah pasti lebih besar dari biaya tagihan telepon, belum lagi sewa gedung, pajak dan lain-lain. Sebuah toko yang hanya menjual produk original, sepi pengunjung, lantaran konsumen lebih cenderung memberi produk non-original dengan alasan lebih murah dan tidak jauh beda kualitasnya. Pastilah pendapatannya jauh lebih sedikit ketimbang toko yang menjual produk non original, bahkan mungkin lapak-lapak di pinggir jalan.

Aku tidak tahu apa yang terlintas di benak konsumen lain yang membeli produk non original. Aku pribadi membeli DVD original bukan hanya karena kualitas yang lebih baik, tapi aku berusaha menghargai jerih payah penulis cerita, kru film, sutradara, editor, aktor/aktris dan semua yang terlibat dalam usaha keras dalam menciptakan sebuah karya seni yang luar biasa ini.

Meskipun jalan cerita filmnya lebih singkat dari novelnya namun aku tidak kecewa, aku memaklumi novel setebal lebih dari 500 halaman yang diterjemahkan ke dalam bentuk film pasti mempunyai beberapa keterbatasan dalam penyajiannya. Kita tentu sadar bahwa sudah sepatutnya menghargai kasil kerja orang lain dengan harga yang setimpal. Ibaratnya sebuah perusahaan yang menggaji karyawannya yang banting tulang kerja seharian bahkan sering lembur dengan gaji yang proporsional. Apabila jerih payah karyawan tidak dihargai oleh perusahaan, saya rasa pembaca sudah dapat menebak akan apa yang terjadi, chaos, demonstrasi, pemboikotan, dan sebagainya.

Demikian pula terhadap produk original yang dibajak oleh oknum-oknum tertentu, lalu dinikmati oleh rakyat yang haus akan hiburan, seakan-akan ini adalah pemboikotan terhadap produk bangsa sendiri. Aku pribadi pernah beberapa kali membeli produk non original saat masih gila dengan film-film. Alhamdu Lillah sekarang “penyakit gila” tersebut sudah dapat kutaklukkan, sehingga kalaupun mau beli film sebaiknya kubeli yang original saja, maklumlah karena jarang sekali nonton film.

Sebuah pelajaran lama yang pernah kudengar saat masih sekolah dasar, ternyata terbukti sampai sekarang “Jika engkau mau dihargai, maka hargailah orang lain. Jika engkau tidak dihargai, maka tetaplah hargai orang lain karena derajat orang yang menghargai lebih tinggi daripada yang dihargai, apalagi yang tidak menghargai”.

Just another ordinary opinion. Semoga dapat berguna.

Mukadimah

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Catatan Seorang DemonstranMenjadi penulis bukanlah cita-citaku. Namun belakangan ini aku lebih sering menghabiskan waktu luangku dengan membaca buku, terutama di saat dalam perjalanan ke tempat kerjaku yang mana selalu kutempuh dengan kendaraan umum. Setidaknya aku punya bacaan yang dapat menemaniku ketimbang melamun sambil terbuai dalam pikiran yang melayang-layang selama perjalanan. Beberapa hari yang lalu aku membeli sebuah buku berjudul Catatan Harian Seorang Demonstran karangan Soe Hoek Gie, seorang aktivis di era 1960-an.

Dalam buku itu dikisahkan Gie yang menulis catatan hariannya sejak di usianya yang sangat muda, saat dia masih remaja dan duduk di bangku SMP. Terus terang aku punya perasaan iri padanya yang begitu dewasa kelakuan dan pola pikirannya untuk pemuda seusianya. Aku memang tidak suka menulis catatan harian apalagi yang sifatnya pribadi. Namun aku teringat pada almarhum ayahku yang sempat berkeinginan untuk menjadi penulis tapi tidak pernah kesampaian lantaran pekerjaannya.

Aku berfikir ternyata menulis ada gunanya juga, disamping berguna entah sebagai pengingat, catatan ilmiah, opini, sampai curhat. Meskipun aku bukan tipe orang yang suka curhat kepada siapapun. Mungkin aku egois karena sering memendam pendapatku sendiri tanpa ingin berbagi dengan yang lain. Namun sekali lagi aku berfikir tidak ada salahnya kalau pendapatku dituangkan dalam bentuk tulisan seperti teman-temanku yang lain, entah melalui blog maupun situs pribadi mereka. Sekali lagi aku juga sempat iri pada mereka.

Salah seorang temanku pernah berkata “lu bikin blog dong”, aku cuma berkata “nggak perlu, buat apa sih? Lagian apa yang mau diisi?”. “Ya apaan kek” kata temanku tadi. Setelah sekian lama aku mulai menekuni kegiatan membaca sempat terlintas beberapa kali di benakku akan hasil olahan pemikiran-pemikiran dalam bentuk opini akibat berbagai wacana yang aku baca. Sehingga tidak ada salahnya kalau kutuangkan dalam bentuk blog seperti sekarang ini. Sebuah bukti bahwa kegiatan membaca dapat mendongkrak pola berfikir seseorang menjadi lebih berkembang dikarenakan wawasan berfikir yang semakin luas.

Aku berharap semoga tulisanku ini dapat berguna khususnya bagi diriku sendiri maupun orang lain yang membacanya. Jika ada yang suka maupun tidak suka, itu adalah hak pembaca. Yang terpenting bagiku setidaknya aku dapat belajar mengungkapkan sesuatu dengan cara yang baik.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.