Siapa yang tidak kenal dengan istilah politik? Politik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti (pengetahuan) mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dsb) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain dan cara bertindak (dalam menghadapi atau menangani suatu masalah). Secara prakteknya politik adalah strategi dalam mencapai sebuah tujuan tertentu. Apapun caranya baik lewat “jalur depan” maupun “jalur belakang” tetap saja namanya politik.
Mayoritas masayarakat yang awam menganggap politik merupakan barang yang kotor, ibarat lumpur yang menggenangi jalan, siapapun yang melintas di jalan itu maka kotorlah dia. Meskipun demikian banyak orang yang tidak dapat menghindar lagi dari lumpur karena tidak dapat menempuh jalan yang lain.
Namun aku pribadi menyadari, semua hal baik maupun buruk, bersih maupun kotor, hitam maupun putih adalah ditentukan oleh manusia yang menjalaninya. Seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dalam sebuah keluarga, keluarga yang baik akan terwujud apabila seluruh anggota keluarganya berkepribadian baik. Masyarakat yang berkepribadian baik dapat mewujudkan sebuah masyarakat yang madani bahkan dapat menelurkan seorang pemimpin yang baik, karena seorang pemimpin yang baik tercipta dari sebuah komunitas masyarakat yang baik pula.
Seorang pemimpin yang baik mutlak diperlukan di dunia ini dalam bidang apapun khususnya bidang politik, karena seorang pemimpin harus dapat membimbing, mengelola serta mengambil kebijakan yang bersifat adil guna kepentingan masyarakat luas.
Namun kenyataan dapat berbeda dengan harapan dan cita-cita. Masih banyak pemimpin yang kurang menyadari hakikat dari tugas mereka sebagai pemimpin. Menjadi pemimpin bukanlah pencapaian sebuah tahta, bukan wisata apalagi kekuasaan absolut layaknya feudalisme. Melainkan sebuah tanggung jawab.
Seringkali seorang pemimpin mengambil sebuah keputusan yang tidak bijak dengan dalih “kebijakan”. Sehingga hanya menciptakan sebuah kebijakan yang tidak bijak.
Namun satu hal yang mesti diingat, bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Seorang pemimpin harus ditunjang oleh para bawahan dan para staff yang kompeten guna keberhasilan kerja sehingga menghasilkan keputusan yang berguna bagi orang banyak.
Banyak pemimpin yang baik namun memiliki bawahan yang oportunis, profit oriented bahkan enggan melaksanakan tugas. Padahal antara pimpinan dan bawahan semestinya saling mendukung guna tercapainya sebuah tujuan.
Terlepas dari kekurangan manusia, aku hanya berharap siapapun yang jadi pemimpin di negara ini semoga dapat menjadi pimpinan yang baik dan mempunyai orang-orang yang baik sebagai bawahannya. Semoga negara ini menjadi negara yang aman damai dan sejahtera. Aamiin.